Arti Kejujuran
Jujur berarti tidak curang terhadap diri sendiri dan orang lain. Kejujuran adalah keselarasan antara kata hati dan kata yang diucapkan, diantaranya ada sikap dan tindakan. Ditengah berbagai ketidakjujuran dan ketidakbenaran, kita harus bersikap, jujur dan adil. Jadi betapa pentingnya nilai kejujuran.
1.Bentuk-Bentuk Ketidakjujuran
A. Ketidakjujuran di bidang politik
· Penguasa bisa bersikap curang, korup, untuk kepentingan diri dan golongannya sendiri.
· Mereka dapat memanipulasi undang-undang dan peraturan, atau menggunakan agama untuk kepentingan politik dan sebagainya.
· Rakyat jelata yang menghadapi kekuasaan sewenang-wenang akan bersikap munafik, formalistik, ABS, dan sebagainya.
B. Ketidakjujuran di bidang ekonomi
· Penguasa dan pengusaha akan bersikap korup, melakukan mark up, kredit macet, menggelapkan uang Negara, menyusun proyek fiktif dan sebagainya.
· Rakyat berusaha untuk menyuap, bersikap ABS, menipu, dan sebagainya.
C. Ketidakjujuran di Sosial Budaya
1. Demi alasan kepentingan bersama banyak penguasa melakukan penipuan, mendikreditkan budaya daerah lain, mengisolir budaya daerah tertentu, hanya untuk kepentingan tertentu.
2. Rakyat akan bersikap formalistik dan munafik.
D. Bidang Pendidikan
D. Bidang Pendidikan
a. Penguasa merekayasa pendidikan, termasuk undang-undangnya, demi
proyek kelompok tertentu.
b. Rakyat dan anak didik akan bersikap formalistik dan munafik.
2. Alasan dan Akibat dari ketidakjujuran
1. Alasan / Sebab dari Ketidakjujuran
a. Alasan ketidak jujuran dalam bidang politik tentu saja keserakahan pada kekuasaan. Orang terdorong untuk selalu menambah dan mempertahankan kekuasaannya apapun teruhannya, dengan cara menghalalkan segala cara. Rakyat melakukan ketidakjujuran demi rasa aman.
b. Alasan ketidakjujuran di bidang ekonomi adalah keserakahan pada harta, khususnya pada uang. Uang menjadi dewa baru bagi manusia zaman ini, yang sudah hanyut dalam budaya konsumerisme dan hedonisme. Bahkan dengan uang orang dapat membeli kejujuran. Rakyat kecil terpaksa melakukan ketidak jujuran untuk mempertahankan hidup.
c. Alasan ketidakjujuran di bidang budaya seperti harmoni palsu. Orang bersopan santun secara formal dan munafik demi harmoni palsu.
2. Akibat Ketidakjujuran
a. Bagi para pelaku
1. Alasan / Sebab dari Ketidakjujuran
a. Alasan ketidak jujuran dalam bidang politik tentu saja keserakahan pada kekuasaan. Orang terdorong untuk selalu menambah dan mempertahankan kekuasaannya apapun teruhannya, dengan cara menghalalkan segala cara. Rakyat melakukan ketidakjujuran demi rasa aman.
b. Alasan ketidakjujuran di bidang ekonomi adalah keserakahan pada harta, khususnya pada uang. Uang menjadi dewa baru bagi manusia zaman ini, yang sudah hanyut dalam budaya konsumerisme dan hedonisme. Bahkan dengan uang orang dapat membeli kejujuran. Rakyat kecil terpaksa melakukan ketidak jujuran untuk mempertahankan hidup.
c. Alasan ketidakjujuran di bidang budaya seperti harmoni palsu. Orang bersopan santun secara formal dan munafik demi harmoni palsu.
2. Akibat Ketidakjujuran
a. Bagi para pelaku
- Walaupun hidup berkelimpahan dan senang, tetapi ia belum tentu bahagia.
- Hati nurani akan mati kalau ketidakjujuran dilakukan berulang-ulang.
- Moral dan kepribadiannya akan merosot.
- Mungkin saja suatu saat ia serta keluarganya akan menderita, jika ketidakjujurannya terbongkar, dan sebagainya.
B. Bagi masyarakat luas
Ketidakjujuran merupakan salah satu akar berbagai krisis multi dimensi yang dialami negeri kita. Karena ketidakjujuran (dan ketidakadilan), kita mengalami krisis di bidang politik/hukum, ekonomi, linkungan hidup, budaya, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar